Pendekatan Analisis Sastra Objektif dan Mimetik

Laporan Bacaan 12 oleh:

Berlian Putri Arifin  21016063
Dosen pengampu : Dr. Abdurrahman, M.pd


Pendekatan Analisis Sastra Objektif dan Mimetik 


A. PENDAHULUAN

    Karya sastra sudah diciptakan orang jauh sebelum orang memikirkan apa hakikat sastra dan apa nilai serta makna yang terkandung dalam sastra. Sebaliknya, penelitian terhadap sastra baru dimulai sesudah orang bertanya apa dan dimana nilai dan makna karya sastra yang dihadapinya. Biasanya mereka berusaha menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan apa hakikat sastra. Sastra sebagai ungkapan Baku dari apa yang disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang dialami orang tentang kehidupan, apa yang telah dipermenungkan dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang menarik minat secara langsung. Pada hakikatnya karya sastra adalah suatu pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa. Hal ini sesuai dengan pendapat Teeuw (1984: 22) yang mengatakan, bahwa ”Usaha lain untuk mendapatkan batasan sastra sebagai suatu gejala umum yaitu dengan mendekati dari namanya meskipun biasanya batasan itu tidak sempurna karena batasan itu harus diperluas dan diperketat apabila gejala itu akan dibicarakan secara ilmiah. Namun manfaat tinjauan dari pemakaian bahasa sehari-hari sebagai titik tolak cukup memadai”. 
   Kalau kita flash back beberapa tahun yang silam Horatius penyair besar romawi (65-8 SM) berpandangan bahwa karya sastra harus bertujuan dan berfungsi utile (bermanfaat) dan dulce (nikmat). Bermanfaat karena pembaca dapat menarik pelajaran yang berharga dalam membaca karya sastra, yang mungkin bisa menjadi pegangan hidupnya karena mengungkapkan nilai-nilai luhur. Mungkin juga karya sastra itu mengisahkan hal-hal yang tidak terpuji, tetapi bagaimanapun pembaca masih bisa menarik pelajaran darinya sebab dalam membaca dan menyimak karya sastra pembaca dapat ingat dan sadar untuk tidak berbuat demikian. Selain itu, sastra harus bisa memberi nikmat melalui keindahan isi dan gaya bahasanya. pada pembelajaran kesusastraan pada kali ini pun kita akan membahas mengenai karya-karya sastra diantaranya ada pendekatan analisis dan mimetik.


B. PEMBAHASAN

1). Pendekatan Objektif

   Pendekatan struktural dipelopori oleh kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha, yang mendapat pengaruh langsung dari teori Saussure yang mengubah studi linguistik dari pendekatan diakronik ke sinkronik. Studi linguistik tidak lagi ditekankan pada sejarah perkembangannya, melainkan pada hubungan antar unsurnya. Masalah unsur dan hubungan antarunsur merupakan hal yang penting dalam pendekatan ini  (Nurgiyantoro, 2000:36). Aliran ini muncul dengan teori strukturalisme yang dikemukakan oleh anthropolog Perancis, Claudio Levi  Strauss. Teori ini dikembangkan dalam linguistik oleh  Ferdinand de Saussure dengan bukunya Cours de Linguistique Generale.(Djojosuroto, 2006: 33)

   Pendekatan Objektif adalah pendekatan yang memberi perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom,   karena itu tulisan ini mengarah pada analisis karya sastra secara strukturalisme. Sehingga pendekatan strukturalisme  dinamakan juga pendekatan objektif.  Semi (1993:67) menyebutkan bahwa pendekatan struktural dinamakan juga pendekatan objektif, pendekatan formal, atau pendekatan analitik. Strukturalisme berpandangan bahwa untuk menanggapi karya sastra secara objektif haruslah berdasarkan pemahaman terhadap teks karya sastra itu sendiri. Proses menganalisis diarahkan pada pemahaman terhadap bagian-bagian karya sastra dalam menyangga keseluruhan, dan sebaliknya bahwa keseluruhan itu sendiri dari bagian-bagian (Sayuti, 2001; 63). , Oleh  karena itu, untuk memahami maknanya, karya sastra harus dianalisis berdasarkan strukturnya sendiri, lepas dari latar belakang sejarah, lepas dari diri dan niat penulis, dan lepas pula dari efeknya pada pembaca. Mengacu istilah Teeuw (1984:134) , jadi yang penting hanya close reading, yaitu cara membaca yang bertitik tolak dari pendapat bahwa setiap bagian teks harus menduduki tempat di dalam seluruh struktur sehingga kait-mengait secara masuk akal ( Pradotokusumo, 2005 : 66) .

Penerapan Pendekatan Objektif

Pendekatan ini lebih banyak digunakan dalam bidang puisi (Jefferson, 1982:84)  Tulisan  ini pun bermaksud menerapkan pendekatan objektif dalam menganalisis puisi. Dalam lingkup puisi , Pradopo (2000: 14) menguraikan bahwa karya sastra itu tak hanya merupakan satu sistem norma, melainkan terdiri dari beberapa strata (lapis) norma. Masing-masing norma menimbulkan lapis norma dibawahnya. Mengacu pendapat Roman Ingarden, seorang filsuf Polandia, Rene Wellek dalam Pradopo (2000:14) menguraikan norma-norma itu , yaitu (1) lapis bunyi  (sound stratum), misalnya bunyi suara dalam kata,frase, dan kalimat,(2) lapis arti (units of meaning), misalnya arti dalam fonem, suku kata, kata, frase, dan kalimat, (3) lapis objek, misalnya objek-objek yang dikemukakan seperti latar, pelaku, dan dunia pengarang. Selanjutnya Roman Ingarden masih menambahkan dua lapis norma lagi (1) lapis dunia , dan (2) lapis metafisis.

Waluyo (1987: 145)  menjelaskan, struktur puisi dibangun oleh struktur fisik (metode pengucapan makna) dan struktur batin (makna) puisi.

Secara sederhana, penerapan pendekatan objektif dalam menganilis karya sastra dalam hal ini Puisi , dapat diformulasikan sebagai berikut . Pertama,  mendeskripsikan unsur-unsur struktur karya sastra. Kedua, mengkaji keterkaitan makna  antara unusr-unsur yang satu dengan lainya. Ketiga, mendeskripsikan fungsi serta hubungan antar unsur (intrinsik) karya yang bersangkutan . Adapun langkah-langkah menelaah puisi dapat melalui tahap-tahap yang dikemukakan oleh Waluyo ( 1987: 146), tahap 1) menentukan struktur karya sastra, 2) menentukan penyair dan kenyataan sejarah, 3) menelah unsur-unsur, dan 4) sintesis dan interpretasi.  Dengan empat tahap  tersebut, diharapkan puisi dapat dipahami sebagai struktur dan sebagai suatu kesatuan yang bulat dan utuh.  Sejalan dengan itu Djojosuroto (2006:60) mengemukakan analisis strategi pemahaman puisi. Strategi tersebut dimulai dengan : 1)  pemahaman makna kata, 2) pemahaman baris dan bait, dan 3) pemahaman totalitas makna.

Berikut ini contoh analisis puisi dengan pendekatan objektif dengan mengacu pada  langkah-langkah penelaahan puisi seperti  yang dikemukakan oleh Waluyo (1987:18)

.

Perempuan-perempuan Perkasa

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

             dari manakah mereka

Ke setasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa

Sebelum peluit kereta pagi terjaga

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta

             ke manakah mereka ?

Di atas roda-roda baja mereka berkendara

Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang kota

Merebut hidup di pasar-pasar kota.

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

            siapakah mereka,

Akar-akar yang melata dari tanah perbukitan Turín ke kota

Mereka: cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.

Hartojo Andangjaya, 1973


2). Pendekatan Mimetik

A. Pengertian

  Istilah mimetik berasal dari bahasa Yunani ‘mimesis’ yang berarti ‘meniru’,‘tiruan' atau ‘perwujudan’. Secara umum mimetik dapat diartikan sebagai suatu pendekatan yang memandang karya sastra sebagai tiruan atau pembayangan dari dunia kehidupan nyata. Mimetik juga dapat diartikan sebagai suatu teori yang dalam metodenya membentuk suatu karya sastra dengan didasarkan pada kenyataan kehidupan sosial yang dialami dan kemudian dikembangkan menjadi suatu karya sastra dengan penambahan skenario yang timbul dari daya imajinasi dan kreatifitas pengarang dalam kehidupan nyata tersebut.


Pengertian mimetik menurut para ahli:

a. Plato Mengungkapkan bahwa sastra atau seni hanya merupakan peniruan (mimesis) atau pencerminan dari kenyataan.


b. Aritoteles Ia berpendapat bahwa mimetik bukan hanya sekedar tiruan, bukan sekedar potret dan realitas, melainkan telah melalui kesadaran personal batin pengarangnya.


c. Raverzt Berpendapat bahwa mimetik dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan yang mengkaji karya sastra yang berupay auntuk mengaitkan karya sastra dengan realita satau kenyataan.


d. Abrams Mengungkapkan pendekatan mimetik adalah pendekatan kajian sastra yang menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya sastra.


B.   SejarahMimetik

Pandangan tentang mimetic pertama kali diungkapkan oleh filsuf terkenal yaitu Plato yang kemudian diungkapkan lagi oleh muridnya yaitu Aristoteles. Plato berpendapat bahwa seni hanyalah tiruan alam yang nilainya jauh di bawah kenyataan dan ide. Menurutnya lagi, seni adalah sesuatu yang rendah, yang hanya menyajikan suatu ilusi tentang kenyataan dan tetap jauh dari kenyataan.

Berbeda dengan Plato, Aristoteles menyatakan bahwa tiruan itu justru membedakannya dari segala sesuatu yang nyata dan umum karena seni merupakan aktivita smanusia. Dalam sebuah penciptaan sastrawan tidak semata-mata meniru kenyataan melainkan sekaligus menciptakan.

Mimetik berasal dari  bahasa Yunani ‘mimesis’  yang berart itiruan. Dalam hubungannya dengan kritik sastra mimetic diartikan sebagai sebuah pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra selalu berupaya untuk mengaitkan karya sastra dengan realitas atau kenyataan. Perbedaan pandangan Plato dan Aristoteles menjadi sangat menarik karena keduanya merupakan awal filsafat alam, merekalah yang menghubungkan antara persoalan filsafat dengan kehidupan (Ravertz, 2007: 12).

Pengertian mimesis (Yunani: perwujudan atau peniruan) pertama kali dipergunakan dalam teori-teori tentang seni seperti dikemukakan Plato (428-348) dan Aristoteles (384-322), dan dari abad ke abad sangat memengaruh iteori-teori mengenai seni dan sastra di Eropa (Van Luxemburg, 1986:15). 

C. Tokoh-Tokoh Teori Mimetik

1. Plato (427-347 SM) 

Dilahirkan di lingkungan keluarga bangsawan kota Athena. Semenjak muda ia sangat mengagumi Socrates (470-399), seorang filsuf yang menentang ajaran parasofis, sehingga pemikiran Plato sangat dipengaruhi sosok yang di kemudian hari menjadi gurunya tersebut.  Salah satu pemikiran pemikiran Plato yang terkenal ialah pandangannya mengenai realitas .Menurutnya realitas seluruhnya terbagi atas dua dunia: dunia yang terbuka bagi rasio dan unia yang hanya terbuka bagi pancai ndra. Dunia pertama terdiri atas idea-idea dan dunia berikutnya ialah dunia jasmani .Bahkan pemikiran Plato tersebut bahkan berhasil mendamaikan pertentangan antara pemikiran Hera Kleitosdan Parmenides (Bartness.1979:14). Pandangan Plato mengenai dunia tersebut sterkait juga dengan konsep mimesis.

Aristoteles (384-322)


Lahir di Stagirus, Macedonia, di daerahTharke, Yunani Utara tahun 384 SM. Ia belajar di sekolah filsafat yang didirikan Plato dan tinggal di Akademia hingga Plato meninggal dunia.


2. MH (Meyer Howard) Abrams

Lahir di Jewis, 23 juli 1912. Class of 1916 Profesor Emeritus SastraI nggris, telah menjadi anggota dari Departemen Bahasa Inggris di Cornell University sejak  1945. Dia adalah otoritas pada literature abad ke-18 dan 19, kritik sastra, dan Romantisisme Eropa.

Tokoh mimetic lainnya yaitu Levin dan Ravertz.


D. TentangTeori Mimetik

Dalam teori mimetic terdapat tiga metode yang dapat digunakan dalam kritik mimetik, yaitu:

1.  kepada kelompok masyarakat tertentu, terutama masyarakat yang disebut dalam karya sastra diberi angket tentang keadaan sosio-budaya masyarakatnya, baik masa lalu maupun masa kini. Angket diolah secara kualitatif, yang ada dalam karya sastra tersebut.


2.  Dengan menghubungkan suatu unsur yang ada dalam karya sastra dengan unsur tertentu bersamaan dengan yang terdapat dalam masyarakat. Sejauh mana unsur-unsur itu benar-benar berfungsi dalam karya sastra, sejauh itu pula hubungan antara karya sastra dengan masyarakat.


3.  Kepada anggota masyarakat tertentu yang diminta membaca karya sastra, diberi beberapa pertanyaan. Pertanyaan diarahkan kepada masalah sosial yang telah bergeser atau hilang dalam masyarakat. Pengolahan secara kualitatif akan dapat menjawab tentang hubungan karya sastra dengan keadaan sosialnya


Contoh Karya Sastra Berdasarkan Pendekatan Mimetik

                        ‘SENJA DI PELABUHAN KECIL’ 
                                    karya Chairil Anwar.

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Diantara gudang rumah tua pada cerita

Tiang serta temali, kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercaya mau terpaut

      Gerimis mempercepat kelamada juga kelepek elang

            Menyinggung muram desir hari berenang,

            Menemu bujuk pangkala kanan.Tidak bergerak

            Dan kini, tanah, air, tidur hilang ombak

                        Tiada lagi. Aku sendiri berjalan

                        Menyisir semenanjung masih pengap harap

                        Sekal itiba di ujung dan sekalian selamat jalan

                        Dari pantai keempat, sedu penghabisan bias terdekab.

                                                                        (Chairil Anwar, 1946)



C. PENUTUP
   
   Kegiatan menganalisis karya sastra merupakan hal yang lumrah dilakukan sebagai suatu proses pemaknaan atau pemberian makna terhadap karya sastra dengan intensitas estetik,  istilah lainnya adalah konkretisasi. ada beberapa jenis dari pendekatan analisis sastra salah satunya adalah,analisis sastra objektif dan analisis sastra mimetik. Pendekatan Objektif adalah pendekatan yang memberi perhatian penuh pada karya sastra sebagai struktur yang otonom,   karena itu tulisan ini mengarah pada analisis karya sastra secara strukturalisme. Sehingga pendekatan strukturalisme  dinamakan juga pendekatan objektif. Pandangan Plato mengenai mimetik sangat dipengaruhi oleh pandangannya mengenai konsep ide-ide yang kemudian mempengaruhi bagaimana pandangannya mengenai seni.



Daftar pustaka

https://ikamustika444.wordpress.com/2012/11/10/pendekatan-objektif-salah-satu-pendekatan-menganalisis-karya-sastra/

https://www.mjbrigaseli.com/2014/03/makalah-pendekatan-mimetik.html

https://journals.unihaz.ac.id/index.php/psikodidaktika/article/download/757/471/#:~:text=Pendekatan%20objektif%20adalah%20pendekatan%20yang%20mendasarkan%20pada%20suatu%20karya%20sastra%20secara%20keseluruhan.&text=Menentukan%20hubungan%20antara%20unsur%20intrinsik,dari%20keutuhan%20karya%20sastra%20tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra dan Pendidikan Sastra

Pendekatan Analisis Sastra Ekspresif dan Pragmatik