Genre Sastra Klasik
Laporan Bacaan 6 oleh:
2.Bertema istana Sentris..Jenis ceritanya berlatar belakang istana. Tokohnya biasanya raja atau pangeran yang sakti dan kisahnya mengenai percintaan. Akhir cerita selalu bahagia.
3.Bernilai budaya lokal.Ciri yang ketika dari karya sastra melayu klasik adalah penciptaan karya sastra melayu klasik biasanya mengusung budaya lokal, sehingga dari Cerita kaya sastra melayu klasik pembaca bisa mendapat gambaran moral masyarakat yang hidup pada jaman dulu
4.Disebar secara lisan.Ciri yang terakhir ialah disebarkan secara lisan. penyebab utamanya adalah pergerakan zaman dahulu sangatlah lambat jika dibandingkan dengan konvoi masyarakat di zaman modern ini. Oleh karena itu, penyebaran budaya dan cerita secara lisan akan lebih mempercepat tersebarnya cerita dibandingkan dengan menggunakan media tulisan. Selain itu, melalui budaya lisan, masyarakat juga mampu lebih intens memberikan nilai-nilai positif nan terdapat di dalam cerita sehingga pesan moral yang terdapat di dalamnya akan sampai kepada pendengar dengan lebih cepat dan efektif.
5.Didaktis.Memberikan pesan mendidik kepada masyarakat baik pesan moral maupun pesan keagamaan atau religius.
6.Tradisional.Mempertahankan kebiasaan masyarakat jaman dulu atau adat istiadat
7.Klasik imitatif.Bersifat tiruan atau kebiasaan tiru-meniru yang turun-menurun.
8.Universal.Dapat berlaku dimana saja, kapan saja, siapa saja.
3). Contoh-contoh teks/lisan sastra klasik nusantara.
Contoh Dalam Modul Kalimat :
Hang Tuah terlahir dari seorang ibu bernama Dang Merduwati, sementara ayahnya dipanggil Hang Mahmud. Karena kesulitan hidupnya, mereka pindah ke Pulau Bintan, di mana raja tinggal dengan harapan mendapatkan keberuntungan di sana. Mereka membuka warung dan hidup sangat sederhana.
Semua teman Hang Tuah berani, mereka adalah Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu. Suatu ketika ketika kelima pergi berlayar. Di tengah lautan dia dihadang oleh sekelompok pencuri. Hang Tuah menggunakan taktik, membawa mereka ke tanah tempat mereka bertarung.
Mereka membunuh sepuluh perampok, sementara yang lain melarikan diri. Dari sedikit orang yang bisa dipenjara, mereka mengaku berasal dari daerah Siantan dan Jemaja atas perintah Gajah Mada di Majapahit.
Pada kenyataannya ia diperintahkan untuk menyerang Palembang tetapi angin kencang membawa mereka hilang ke Malaka. Akhirnya, keberanian Hang Tuah dan teman-temannya mencapai raja sehingga raja senang dengan mereka. Suatu ketika ada kemarahan di pasar, orang-orang berlari ketakutan. Hang Tuah juga bisa membunuh orang itu.
Hang Tuah kemudian diangkat sebagai penyanyi istana (pelayan raja), pada waktu itu diminta untuk menyerang Palembang yang diduduki oleh Siantan dan Jemala. Hang Tuah berhasil, maka ia diangkat menjadi Laksamana. Hang Tuah dikirim berkali-kali ke luar negeri, Cina, Rum, Majapahit, dan juga pernah ke Haji. Di akhir hidupnya, Hang Tuah tinggal di Tanjung Jingara.
Contoh Dalam Modul Talibun:
Jika anak pergi ke lepau.
Yu membeli belanak merah dan bahkan membelinya.
Beli ikan panjang dulu.
Jika anak pergi ke luar negeri.
Saya juga mencari kerabat.
Sang induk semang mencari dia dulu.
Contoh Dalam Modul Soneta:
Perasaan siapa yang akan menyala.
Lihat seorang anak dengan drum.
Satu di tengah lapangan.
Tidak ada kemeja dengan kepala terbuka.
Ini adalah nasib gembala.
Berlindung di bawah hutan rindang.
Sejak pagi dia sudah meninggalkan kandang.
Kembali ke rumah saat senja.
Sedikit tentang sejauh mana itu.
Saya mendengar suara bel.
Di keindahan alam.
Atau gembala berwarna hijau.
Dengarkan murid Anda sesuai dengan kerbau.
Aku akan menurutimu.
Contoh Dalam Modul Stanza:
PERTANYAAN KECIL UNTUK ANAK-ANAK
Atau kayu dan dedaunan!
Mengapa kamu bersenang-senang?
Tertawa dengan sukacita?
Dengan angin dan ketenangan, serang?
Apakah angin tertawa bersama kita?
Apakah kita senang dengan cerita yang bagus?
Saya tidak mengerti kesukaanmu!
Kenapa kamu tertawa?
Hai kumbang bernyanyi!
Apa yang kamu nyanyikan?
Kamu terlihat seperti bunga!
Apa yang kamu mainkan?
Apakah dia atau dia gila?
Anda? Mengapa? Bagaimana?
Kenapa kamu tertawa?
Contohnya Dalam Modul Syair:
Puisi Ken Tambuhan.
Lalu berjalanlah Ken Tambuhan.
Penglipur disertai dengan Tadahan.
Berjalan manis perlahan.
Perilakunya kasihan manis.
Menangislah ke semua putri.
Semua orang mengatakan hal yang sama sendirian.
Kejahatan temperamen permaisuri.
Putranya seperti jenius dan peri.
Syair Abdul Muluk.
Hentikan kisah raja Hindustan.
Juga dikatakan adalah sebuah kata.
Abdul Hamid Syah Paduka Sultan.
Duduk, Yang Mulia.
Abdul Muluk adalah putra Yang Mulia.
Hebat adalah bangsa muda.
Proposal Syahda yang indah.
Tiga belas tahun di sana.
Kecantikan sangat sempurna.
Alur majelis yang bijaksana adalah seperti ini.
Berikan hati yang goyah.
Cintai itu mulia dan tercela.
Contoh Dalam Modul Karmina:
Kelapa parut rasanya enak.
Sehingga perut yang gemuk itu baik.
Contoh Dalam Modul Pantun:
Sandal di atas batu.
Sudah diikat dibawa pulang.
Kebiasaan dunia seperti ini.
Hal-hal buruk terbuang sia-sia.
Contoh Dalam Modul Gurindam:
Pabila memarahi banyak orang.
Ini adalah tanda yang dia lewatkan.
Dengan ibu Anda harus menghormati.
Sehingga tubuh bisa bertahan.
Contoh Dalam Modul Sloka :
Pikiran yang baik, ibu, Randang.
Perdagangan lalu ditanam.
Tidak ada rumah kayu yang dibongkar.
Bocah itu pulang lapar.
Bayi di pangkuannya dibaringkan.
Monyet hutan diberi ASI.
Contohnya Dalam Modul Bidal:
Taruhan besar dibandingkan dengan tiang berarti biaya pendapatan besar.
Seekor anjing menggonggong tidak menggigit, yang berarti mulut besar tetapi pengecut.
Contoh Dalam Modul Mantra:
Pulanglah ke hutan desa.
Pulanglah ke hutan besar.
Pulanglah ke Gunung Guntung.
Pulanglah ke sungai yang tidak memiliki kepala.
Pulang ke kolam tanpa orang.
Pulanglah ke musim semi yang tidak kering.
Jika Anda tidak ingin kembali, mati.
Komentar
Posting Komentar