DRAMA
Laporan Bacaan 9 oleh:
Berlian Putri Arifin 21016063
Dosen pengampu : Dr. Abdurrahman, M.pd
DRAMA
A. PENDAHULUAN
Drama adalah salah satu genre karya sastra yang terdiri dari dua dimensi,
yaitu dimensi sastra dan pementasan, Sastra berupa teks naskah sedangkan
pementasan berhubungan dengan seni lakon atau seni teater. Kedua aspek ini seperti
dapat terpisah, namun pada dasarnya ia merupakan suatu totalitas. Sewaktu naskah
tersebut disusun telah diperhitungkan segi-segi pementasannya dan sewaktu
pementasan tidak dapat terhindar dari garis umum naskah (Semi, 1984: 144).Drama
sebagai sebuah karya dua dimensi dapat di kaji terpisah atau kedua-duanya. Ada
banyak naskah drama di khasanah kesusastraan Indonesia, salah satu diantaranya
adalah “Makam Dipertuan”.
Dalam penelitian ini penulis mengambil naskah “MakamDipertuan” ditulis
oleh Wisran Hadi. Naskah ini bercerita tentang masyarakat Koto Tinggayang
bertahan hidup dengan memanfaatkan Makam Dipertuan. Makam Dipertuan
merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat Koto Tingga.
Naskah drama “Makam Dipertuan”, juga memiliki unsur-unsur intrinsik yang
menjadikan naskah ini satu kesatuan yang utuh. Unsur-unsur inilah yang akan
dianalisis satu persatu. Mulai dari judul “Makam Dipertuan” yang memiliki peranan
penting yang merangkum semua kejadian dalam naskah. Kemudian latar, yang terdiri
dari latar tempat, latar waktu dan latar sosial yang memberikan pengaruh terhadap
tokoh-tokoh dan peristiwa dalam naskah. Lalu tokoh dan penokohan yang memiliki
peranan penting dalam menjalankan cerita. Tokohlah yang menggerakkan cerita,
peristiwa mau pun masalah yang terdapat dalam naskah ini. Alur juga memiliki
peranan penting dalam naskah ini. Alur memperlihatkan peristiwa-peristiwa yang
terjadi dari awal hingga akhir naskah. Begitupun dengan tema, merupakan
rangkuman dari semua unsur-unsur yang terdapat dalam naskah “Makam Dipertuan”.
Melalui analisis struktural, penulis ingin melihat peristiwa-peristiwa maupun
masalah-masalah dalam naskah “Makam Dipertuan”. Analisis ini mengkaji tentang
unsur-unsur intrinsik yang membangun naskah ini, sehingga melihat permasalahanpermasalah yang terdapat dalam naskah “Makam Dipertuan”.
B. PEMBAHASAN
Unsur-unsur intrinsik Drama
Seperti karya sastra pada umumnya, drama memiliki beberapa unsur intrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang membangun suatu karya, termasuk dalam drama.
Jadi, dengan adanya unsur-unsur intrinsik, penampilan drama tersebut bisa dinikmati oleh penonton, dan drama tersebut bisa menjadi seni drama yang indah, dan memiliki cerita yang jelas. Apa saja unsur-unsur intrinsik dalam drama?
Berikut ini rangkuman mengenai unsur-unsur intrinsik dalam drama beserta penjelasannya :
1). Tema
Tema merupakan satu di antara unsur paling penting dalam pementasan drama. Tanpa adanya tema, pementasan drama tidak akan menarik, sebab tokoh akan kesulitan memerankan watak atau karakter yang diperankan.
Pasalnya, tema atau pikiran pokok tersebut yang akan menjadi dasar sebuah pementasan drama. Selain itu, tema akan membantu penonton dalam menangkap atau memahami sajian pementasan tersebut.
2). Plot
Plot atau alur merupakan rangkaian cerita dari awal sampai akhir pementasan drama. Secara umum, unsur drama ini mengandung permasalahan, konflik, klimaks, dan penyelesaian permasalahan.
Plot menjadi satu di antara unsur paling penting dalam sebuah drama, hal ini yang akan menentukan menarik tidaknya pementasan drama.
3). Tokoh
Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita. Tokoh dalam drama berkaitan dengan nama, usia, jenis kelamin, tipe fisik, jabatan, dan keadaan Kejiwaan. Tokoh-tokoh dalam drama dapat diklasifikasikan seperti berikut ini.
a. Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Tokoh protagonis yaitu tokoh utama yang mendukung cerita.
2. Tokoh antagonis yaitu tokoh penentang cerita.
3. Tokoh tritagonis yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis.
b. Berdasarkan peranannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga.
1. Tokoh sentral yaitu tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam drama. Tokoh sentral merupakan penyebab terjadinya konflik. Tokoh sentral tersebut meliputi tokoh protagonis dan antagonis.
2. Tokoh utama yaitu tokoh yang mendukung atau menentang tokoh sentral. Dapat juga sebagai perantara tokoh sentral. Dalam hal ini adalah tokoh tritagonis.
3. Tokoh pembantu yaitu tokoh-tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rangkai cerita. Kehadiran tokoh pembantu ini menurut kebutuhan cerita saja. Tidak semua drama menampilkan kehadiran tokoh pembantu.
4). Penokohan
Unsur instrinsik drama berikutnya, yaitu karakter atau perwatakan. Dalam sebuah pementasan drama, tokoh harus memiliki watak dan perilaku yang menonjol.
Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama digambarkan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh. Watak para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional).
a. Keadaan Fisik
Keadaan fisik tokoh digambarkan melalui umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, suku, bangsa, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, kurus/gemuk, hingga suka senyum/cemberut.
b. Keadaan Psikis
Keadaan psikis tokoh meliputi: watak, kegemaran, mental, standar moral, temperamen, ambisi, psikologis yang dialami, dan keadaan emosi.
c. Keadaan Sosiologis
Keadaan sosiologis tokoh meliputi: jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dan ideologi.
5). Setting atau Latar
Setting merupakan satu di antara unsur drama yang paling mendukung pementasan. Biasanya setting akan disesuaikan dengan suasana dalam cerita.
Jadi, penonton akan memahami kapan, di mana, serta suasana yang diciptakan dalam pementasan tersebut. Selain itu, panggung juga harus mampu menggambarkan suasana yang tercipta dalam setiap adegan.
Maka dari itu, sering dijumpai berbagai macam properti pendukung di atas panggung saat pementasan drama.
6). Dialog
Dialog merupakan percakapan yang terjadi dalam sebuah pementasan drama. Dialog yang ada bisa terdiri satu tokoh dengan tokoh lainnya.
Ada juga berupa dialog sendiri atau yang biasa disebut monolog. Adanya dialog tersebut bisa menjadi penjelasan untuk jalannya cerita.
7). Konflik
Konflik adalah pertentangan atau masalah yang terjadi saat pementasan dalam drama. Konflik dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal.
a. Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya.
b. Konflik internal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. Anda telah mengetahui unsur-unsur intrinsik drama.
8). Amanat atau Pesan
Unsur drama yang tidak kalah pentingnya ialah amanat. Dalam pementasan drama harus ada amanat atau pesan moral yang ingin disampaikan ke penonton.
Amanat dalam drama biasanya akan diselipkan melalui dialog-dialog yang diperankan oleh para tokoh. Dengan adanya amanat, penonton akan mendapatkan pelajaran atau pesan yang ada di dalam drama tersebut.
C. PENUTUP
Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan action tokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga dipandang sebagai pengertian action. Drama dalam masyarakat kita mempunyai dua arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit. Dalam arti luas, drama adalah semua bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dalam arti sempit, drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung, disajikan dalam hentuk dialog dan gerak berdasarkan naskah, didukung tata panggung, tata lampu, tata musik, tata rias, dan tata husana. Dengan kata lain, drama dalam arti luas mencakup teater tradisional dan teater modern, sedangkan drama dalam arti sempit mengacu pada drama modern saja. Adapun unsur-unsur yang terkandung di dalamnya yaitu unsur intrinsik (unsur dalam) dan unsur ektrinsik (unsur luar). Unsur-unsur intrinsik yaitu tokoh, penokohan, setting, tema, alur atau plot, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik dalam drama adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog atau percakapan. Namun, unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan. Seperti panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton. Jenis-jenis drama dapat diklasifikasikan berdasarkan isi ceritanya (drama tragedy, melodrama, komedi dagelan). Berdasarkan cara penyajiannya (closed drama, drama treatikal, drama radio, drama televisi). Berdasarkan bentuknya (sandiwara, teater rakyat, opera, sendratari, pantomim, operet, tableau, passie, wayang, minikata). Dan menurut masanya drama ada drama baru dan drama lama. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu prolog, epilog, monolog, dan dialog. Selain itu juga ada tata panggung, pemeran, kostum, dan suara yang perlu diperhatikan. B. Saran J Hendaknya pihak sekolah menambah kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni drama, agar siswa mendapat bimbingan dan lebih dapat mengekspresikan bakatnya. J Hendaknya sekolah mengadakan pagelaran / pertunjukan drama, agar siswa lebih matang dalam mengembangkan bakat seni dramanya.
Referensi :
https://www.bola.com/ragam/read/4474693/unsur-unsur-intrinsik-drama-lengkap-beserta-penjelasannya-yang-perlu-diketahui
http://scholar.unand.ac.id/12268/2/BAB%20I.pdf
https://pdfcoffee.com/makalah-drama-4-pdf-free.html
Komentar
Posting Komentar